80s toys - Atari. I still have
Versi Teks Beelzebub Chapter 1
"Pada zaman dahulu dahulu dahulu kala, di suatu tempat,
tersebutlah seorang cowok ganteng, Keren, Populer, Dihormati,
Sangat dihormati, anak muda, Seperti Malaikat" Seorang Pemuda
bernama Oga Tatsumi bercerita tentang dirinya pada salah
seorang temannya yang bernama Furuichi.
Beelzebub Chapter 1 - Seorang yang Bagai Malaikat
Teks Version by www.Beelzeta.com
"Sebentar, sebentar!" Furuichi memotong cerita tadi.
"Apanya yang seperti malaikat dan populer?? dari tingkahmu saja
sudah kelihatan kalau kau itu lebih mirip seorang preman!"
Ucapnya.
"Bodoh Kau bodoh Furuichi! Ibumu gembrot" Ucap ketus Oga
Tatsumi.
"Jangan hina ibuku!"
"Hm, kamu berpikir begitu? memangnya aku sekejam itu ya?"
Oga bertanya.
"Iya ..." Jawab Furuichi simple.
"Oh Ya!!!!!!!!???? Itu berarti kau mau mendengar lanjutan ceritaku
kak!!!???" Oga berteriak sambil mencengkram erat leher Furuichi.
"Tidak! Tidak! Aku menyerah!!" Ucap Furuichi pasrah sementara
Oga melanjutkan ceritanya.
"Orang-orang yang mencoba untuk menyerang si malaikat baik
hati bersujud meminta ampun, Pemuda baik hati itupun
bergegas ke Sungai dan mencuci salah satu dari mereka.
Dari kejauhan, munculah seorang pria berbadan besar
mengambang di atas sungai dengan sebuah anak panah
menancap di dada kanannya"
"Sudah! Hentikan!!!! Cerita mustahil macam apa itu!? Dapet
darimana!?? Lalu, siapa itu pria berbadan besar??" Potong
Furuichi.
"Dia hanyut dan mengambang. ya, begitulah ..." Jawab Oga
santai sambil meneguk secangkir teh hangat.
"Gak mungkin mengambang kan!!!!???" Protes Furuichi.
"Tidak ... itu benar, aku sendiri juga terkejut"
"Hmm, biarkan aku berpikir sebentar" Furuichi mencoba mencari
penjelasan ilmiah dari cerita temannya itu.
"Pria ... Sungai ... Tunawisma ... ya, pasti ada tunawisma tidur di
bawah jembatan, terkena panah dan lalu terhanyut oleh aliran
sungai ... Yah, pasti begitu" Pikir Furuichi.
Setelah itu, Ogapun kembali menceritakan cerita tak masuk
akalnya.
"Lalu, anak muda yang baik hati itu langsung menolong si pria
yang tidak ia kenal itu ...
Kemudian ...
Tubuhnya terbelah dua dan munculah seorang bayi laki-laki"
Cerita Oga semakin ngawur.
"Tidak mungkin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Furuichi.
"Anak muda itu kemudian berkata ...
Wah, bayi yang manis ...."
"Hentikan! Hentikan!!!! Itu mustahil!!! Jangan buat bingung
pembaca dong!!!!" Teriak Furuichi dan kemudian bergegas pergi.
"Haah, salahku sendiri mau mendengar ceritamu dengan
serius ... menghabiskan waktu saja"
"Oi, ceritanya belum selesai ..."
"Aku nggak peduli!!! Aku mau pergi kencan dulu, cepat minum
tehmu!" Bentak Furuichi.
"Diam dulu, ini bagian terpentingnya ..."
"Aku nggak ada waktu! kalau mau lanjut, bawa dulu bayinya ke
sini! Buktikan!!" Tantang Furuichi.
"Boleh ya?"
"Tentu saja!"
"Taaaaaaaaaa ............................" Sebuah Bayipun muncul.
"Seharusnya aku perlihatkan sejak tadi" Ucap Oga.
"..." Furuichi tak mampu berkata apa-apa.
"Taaaaaa ............."
"Sesuai janjimu,kita lanjutkan ceritanya ...
Anak muda itu terkejut"
"Hentikan!!!!!!!! Kau membuatku muak!!!!!" Bentak Furuichi.
Sementara itu di atas langit ...
"Begitu ya ...
Di sekitar sini?? Cari yang benar ..." Seorang wanita berdiri di atas
seekor burung, sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
Kembali ke cerita ...
"Anak muda yang baik hati itu terkejut ..."
"Ya! Lalu apa yang terjadi???"
"Anak muda yang baik hati itu bingung antara harus berkelahi,
berlari, menangis, atau membunuhnya"
"Hei! Membunuh itu dilarang!!!"
"Tenang ... Ya, akhirnya aku memilih untuk tenang ...
Aku harus bertindak dewasa"
"Apa yang kau lakukan setelahnya?" Tanya Furuichi.
"Pemuda baik hati itu berkata pada si bayi ...
Hahaha!!!! Kamu akan kujadikan boneka pel!!!!
Bayi itupun tertarik padanya ..." Jelas Oga.
"Tertarik?" Tanya seseorang yang tiba-tiba saja masuk lewat
jendela.
"Hmmm, Apa kau gak salah?" Ucap orang yang ternyata adalah
wanita yang tadi di atas Burung.
"Memangnya tuan muda bisa tertarik sama orang sepertimu??
mati saja kau bangsat"
Sejenak semuanya terdiam.
"Uaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!" Furuichi berteriak Histeris.
"Siapa? Apa?" Pikirnya.
"Heh! Kamu siapa??? Siapa yang bangsat!?? Tiba-tiba muncul
orang gila ya!!???? Ayo turun!! Lepaskan alas kakimu!!!!" Bentak
Oga.
"Kenapa dia yang marah? Ini kan rumahku" Pikir Furuichi,
"Hmmmmp ..." Perlahan wanita tadi menghampiri si bayi.
"Nah, tuan muda ...
Ayo kita pergi, Hilda datang menjemputmu ..." Ucap Wanita
bernama Hilda itu ke si Bayi yang dipanggilnya Tuan Muda.
"Thaaaaaaaaaaa, Gak........" Tolak si Bayi dan malah memilih si
Oga.
"Fufufu, dia benci kamu ..." Ucap Oga ke Hilda dengan wajah
yang menyeramkan.
"Anu tuan muda, ayo kita pergi!" Hilda mencoba untuk menarik si
Bayi.
"Tuan Muda!!!!" Hilda menarik kencang si bayi, namun tangan bayi
itu mencengkram baju Oga dengan erat.
"Haaha, kau kalah" Ucap Oga.
"Oi Oga, orang ini datang untuk menjemputnya ... lepaskan saja"
Saran Furuichi.
"Kalau gak mau lepas ...." Hilda terus berusaha.
"Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!" Si Bayi mengeluarkan
sengatan listrik yang membuat Hilda tersetrum.
Oga dan Furuichi sangat kaget melihatnya.
Beberapa saat kemudian, Hildapun menjelaskan semuanya secara
baik-baik.
"Aku minta maaf, aku adalah seorang pengasuh iblis, namaku
Hildegarda"
"Iblis??" Oga dan Furuichi membayangkan hal yang aneh-aneh.
"... Dan, Bayi itu adalah orang yang akan menjadi raja iblis ...
Namanya Kaiser De Emperana Beelzebub Keempat ...
Dengan kata lain, bayi ini adalah raja Iblis"
" ... " Oga dan Furuichi terdiam tak percaya.
"Heh, Cerita Oga kalah ..." Pikir Furuichi.
"Uhm, anu ... Hilda ...
Kami mengerti ceritamu" Ucap Furuichi berpura-pura,
sebenarnya ia hanya ingin menghindar.
"Bagaimana kalau kita akhiri saja masalah ini?" Sarannya.
"Tidak ...
Itu mustahill ...
Kenapa? Itu karena kamu telah terpiilih, sebagai orang tua Demon
King" Jelas Hilda menunjuk ke arah Oga.
"Oga, kuserahkan semuanya padamu ya" Ucap Furuichi sambil
tersenyum.
"Woi!! Kamu gak kabur kan!!??" Bentak Oga.
"Ya! atau, kamu yang pulang ...
Aku kan emang gak ada hubungannya dengan semua ini" Ucap
Furuichi.
"Aaah, Jangan bercanda!!!" Bentak Oga ke Hilda.
"Apanya yang Orang tua Demon King!!??? Hanya karena anak ini
suka padaku, jangan libatkan aku! emang gue pikirin!! Aku nggak
bakal melakukannya!!!"
"Jadi maksudnya kau menolak ya? Kalau begitu aku senang ...
Mati saja kalian" Hilda Menyiapkan sebuah Payung.
DUUUUUAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!
Sebagian rumah Furuichi meledak, tapi untung saja ia dan Oga
berhasil kabur dan kini mereka berlari.
"Kyaaaaaaaaaaaaa" Furuichi menangisi rumahnya.
"Oga!!! Kau harus membayar semua ini!! Harus!!!"
"Tenang saja Furuichi ..."
"Kamu itu yang seharusnya tenang!!! Oh ya, kenapa bayi itu kau
bawa!!!!????? Ayo lepaskan!!" Teriak Furuichi sambil terus berlari,
berlari dari kejaran Hilda.
"Susah! Gak mau lepas!" Oga menarik-narik si bayi.
"Menyerah Saja" Hilda telah berada di depan mereka. berdiri di
atas iang listrik.
"Apa kalian pikir bisa lari dari iblis?"
"Celana dalammu kelihatan" Teriak Furuichi, diam sejenak dan
kembali berlari.
"Baiklah ... Ak-Baba!!!" Hilda memanggil burung kendaraannya.
"Gueeeeeeee" Si burung datang entah dari mana, menghadang
Oga dan Furuichi.
"I, Iblis suaranya Gugugu?"
JBUAAAAKKKKKKKK
Oga menendang tepat di kepala si burung.
"Oaaaaaaaaa"' Si burung rebah.
"Selalu saja, tanpa pikir panjang"
Furuichi bengong meratapi nasib si burung.
"Apa yang kau lakukan?? Ayo cepat pergi!!!" Ajak Oga yang terus
berlari.
"Saat kau melakukan hal seperti itu, jujur saja aku sangat
mengharapkanmu"
"Diam! Siapa cepat ia menang!" Oga dan Furuichi terus berlari
hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang
cukup ramai.
"Hei, bukankah itu si kejam Oga?"
"Benar ..."
"Serius? Anak Ishi itu??"
"Kenapa ia bisa ada di sini?"
"Kelihatannya dia panik?" Ucap orang-orang di sana.
"Apa kau mau melarikan diri terus?" Hilda masih mengikuti, ia
menodongkan sebuah pedang tepat di pipi Oga.
"Kamu ... Dari awal kau sudah merencanakannya bukan?" Tanya
Oga.
" ... Iblis selalu menepati janjinya, jadi aku senang karena kau
menolaknya" Hilda mengiris sedikit pipi Oga dengan pedangnya
hingga setetes darah menetes ke pipi si Bayi.
"Oi, lihat si anak setan itu!"
"Dia terpojok?"
"Benaran?"
"Wah, kesempatan nih! wha.." Ucap orang-orang tadi lagi.
"Hikssss" Si bayi menangis
"Tuan muda??"
"Haha, kita beruntung!!"
"Ikuti cewek itu!"
"Dengan begini, kita akan melegenda!!" Orang-orang tadi berlari
mendekati Oga.
"Hiks ..." Si bayi kembali menangis. perlahan aliran listrik keluar
dari tubuhnya.
"Heh?"
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Si bayi
kembali mengeluarkan sengatan listrik yang membuat orang-
orang terpental.
"Waaaaaaaaaaaa" Si bayi terus menangis. radius sengatan
listriknyapun terus meningkat.
"Apa?? Tangisan yang menyeramkan!!" Pikir Furuichi.
"Tu ... Tuan muda??"
"Jangan membuat masalah dengan dada!"
"Dada??" Furoichi tak mengerti.
"Uaa!!!!!!!!!!!!!!" Hilda kembali terpental oleh sengatan listrik si bayi.
"Ini .. Level kekuatannya terlalu berbeda" Pikir Furoichi.
"Oh ya, bagaimana keadaan Oga?? Kemungkinan terburuk dia
pasti mati!!???" Pikirnya lagi.
"Oi, itu apa ya?"
"Apa? Mana?"
"Listrik??" Ucap orang-orang yang baru saja lewat.
"Oi kamu! Lakukan sesuatu dong!! kalau begini terus, akibatnya
akan buruk!" Bentak Furoichi ke Hilda.
"Itu mustahil ... Setiap kali dia menangis, tidak ada yang bisa
menghentikannya ...
"A, apa?? Jadi ... Apa yang harus kita lakukan??
"Tidak ... Tidak ada ...
Tingkat tangisan ini, hanya dewan iblis yang bisa
menghentikannya ..." Jelas Hilda dengan raut Pesimis.
Tep ...
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul kepala si bayi.
"Anak laki-laki nggak boleh cengeng ..." Ucap pemuda yang tidak
lain adalah Oga.
"Kamu akan baik-baik saja ..." Lanjut Oga membuat si bayi
tenang dan kemudian menjauh.
"Aku keren ..." Pikir Oga.
"Di, Dia ...
Berhenti? Berhenti di tingkat yang tak mungkin kutangani?" Hilda
terlihat kaget.
"Tidak, aku tak perlu terkejut ...
Sejak awal orang yang menjadi orang tua iblis mempunyai
kemampuan untuk mengeluarkan dan mengatasi kekuatan iblis ...
Artinya seberapapun kekuatan yang keluar, tidak diragukan lagi ...
Laki-laki ini memang cocok sebagai orang tuanya!!" Lanjutnya
dalam hati.
"Aaaaa!!!" Si bayi berteriak memanggil Oga.
"Hei, jangan mengikuti aku!!"
"Oi!!!! Lihat!!!"
"Itu!!!!"
"Kyaaaaaaaaaa!!!!!" Orang-orang menunjuk ke atas si bayi.
Sebuah menara yang berada di dekat si bayi hendak roboh dan
mengenainya.
"Tuan Muda!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Set ........
Oga menyelamatkan si bayi. Si bayi kemudian kembali
mengeluarkan kekuatannya hingga membuat menara tadi
menghilang.
"Tiang listriknya ...
Lenyap??" Pikir Hilda tak percaya.
"Apa? Apa maksud semua ini? Laki-laki ini ...
Siapa ia sebenarnya???"
Pagi hari yang cerah, Oga telah berada di dalam kamarnya,
terbangun dari sebuah tidur panjang.
"Aku ... Aku ingat sesuatu ... Apa ini akhir dari sebuah mimpi??
Padahal sedikit lagi aku bisa menjadi orang tua Demon king ..."
"Akhirnya kamu bangun juga"
"Waaaaaaaaa!!!!!!"
Hilda dan si bayi berada di sebelahnya. ternyata ini bukanlah
sebuah mimpi.
"Kamu pingsan dan tertidur selama tiga hari! Aku sudah capek
menunggu!!"
"Guahhhhhhh!!!! Kamu! Kenapa kamu di sini!!!?????????" Teriak Oga
amat kaget.
"Kenapa terkejut begitu? Mulai hari ini kamu adalah orang tua
Demon King ...
Ayo kita besarkan dia sama-sama" Jelas Hilda mengakhiri Chapter
Pertama.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 2
Menu
Jumlah Pengunjung:
1 | 1 | 1 | 4
online counter
Copyright © 2014